Cara Membangun Jaringan Pelanggan Grosir Keliling

| | 12 komentar

Grosir Keliling
Penjualan secara grosir keliling berbeda dengan grosir biasa. Grosir keliling atau pengampas mengutamakan jaringan pelanggan yang tersebar di wilayah penjualannya. Sedangkan grosir biasa mengharapkan penjualan berdasarkan kebutuhan atau penjualan dari pembeli yang datang langsung ke lokasi grosirnya.

Dari segi biaya, grosir keliling dan grosir biasa tidak jauh berbeda pengeluarannya. Perbedaannya pada jangkauan pelanggan dan jangkauan omzet.

Keuntungan grosir keliling adalah mampu memaksimalkan omzet penjualan dengan penawaran produk dan penambahan jumlah pelanggan dengan teknik "menjemput bola".

Berdasarkan pengalaman penulis ketika memulai bisnis grosir keliling, kuantitas barang bukanlah hal yang paling utama. Tetapi kuantitas pelanggan yang rutin melakukan pembelanjaan yang paling menentukan dalam menjamin omzet penjualan setiap hari.

Jenis barang yang ditawarkan bisa beragam, tergantung pilihan pedagang grosir. Mulai dari sembako, elektronik rumah tangga dan perlengkapan rumah memiliki prospek yang lebih baik dari pada jenis barang grosir lainnya. Karena lebih tinggi permintaannya serta tidak terlalu membutuhkan modal yang besar.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulai membangun jaringan pelanggan grosir keliling adalah :

1. Memilih segmen pasar grosir keliling.
   Segmen pasar yang jelas sangat menentukan dalam grosir keliling. Apakah kita akan menjangkau pedagang besar, menengah ataupun kecil/aceran. Tinjaulah lebih dahulu kekuatan modal dan kemampuan armada kita.

2. Memilih jenis produk yang dijual.
   Produk yang akan dijual secara grosir juga berpengaruh terhadap omzet penjualan. Secara umum, grosir sembako lebih menjamin omzet setiap hari karena menjadi sebuah kebutuhan. Namun persaingan lebih tinggi karena hampir menjadi sebuah pilihan setiap pedagang grosir. Di tulisan lain penulis akan membahas bagaimana menambah variasi produk dan jaringan pelanggan yang berbeda tanpa menambah biaya dan armada.

3. Memilih Wilayah penjualan grosir keliling.
   Wilayah yang tepat untuk jenis produk yang ditawarkan sangat menentukan omzet, apakah wilayah kota, desa, atau pinggiran kota.

4. Memilih waktu penjualan grosir keliling
   pemilihan waktu juga berpengaruh karena setiap toko atau kios secara umum mengandalkan omzet harian untuk membeli dan menambah stock barangnya.

5. Mengatur jadwal penjualan grosir keliling
   Jadwal yang jelas dan rutin sangat penting untuk membangun kepercayaan pelanggan dan omzet. Karena dengan jadwal kunjungan yang tetap akan membuat pelanggan bisa lebih mudah menganggarkan pembelanjaannya pada grosir keliling.

6. Buatlah kartu nama yang jelas dengan no telepon yang aktif untuk menerima pesanan.
   Jika pelanggan membutuhkan barang, usahakan dipenuhi walaupun tidak ada dalam stock barang.

7. Bangun hubungan yang lebih kekeluargaan dengan mengetahui prilaku dan kegiatan pelanggan.
   Keakraban sangat penting untuk menjaga hubungan dagang tanpa mengurangi tujuan bisnis.

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan, buatlah pengalaman sebagai pembelajaran untuk membangun jaringan pelanggan grosir keliling. Yang paling utama adalah sentuhan Hati atau High Touch. Semoga Beruntung..!

Readmore..

Inikah Cara Belajar Usaha Sejak Dini ?

| | 10 komentar

Cara Belajar Bisnis di Usia Muda
Ketika saya promosikan aksesories Handphone di group media jejaring sosial Facebook, maka mulailah mengalir sms ke handphone saya yang bertanya tentang produk yang saya promosikan. Lebih banyak bertanya, namun ada juga yang langsung deal. Selain itu banyak yang bertanya lokasi, padahal informasi keberadaan saya sangat lengkap dan lokasi gudang penjualan pun sudah ada.

Pada saat saya posting tulisan ini pun sms pesanan baru saja datang khususnya yang saya tawarkan melalui Situs Jual Beli Online Indonesia Gratis yang banyak bertebaran di Internet. Pernah saya bahas juga manfaatnya beriklan di Situs Jual Beli Online tersebut. 


Yang menarik adalah seorang mahasiswi semester 3 sebuah universitas negeri di Mataram menjadi pelanggan pertama dari kalangan hawa. Apa yang menarik dari dirinya ? Apakah karena imut, cantik atau uang yang dibayarkan membuat saya senang ? Bukan itu..

Tapi pernyataannya ketika saya bertanya apakah dia terbiasa melakukan pembelian online atau penawaran sebuah produk/jasa dari internet. "Saya punya mata kuliah Kewirausahaan Mandiri di kampus dan mau tidak mau saya belajar secara nyata dan masuk di group jual beli online di Facebook", katanya. Menarik bukan ? Saya tidak tahu apakah ini sebuah mata kuliah utama atau tambahan yang jelas ini baru pertama kali saya dengar dari seorang mahasiswi yang terbilang usia muda.
Apapun alasannya, saya sangat mendukung keinginannya. Keterpaksaan ataupun inisiatif pribadi bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah kemauan untuk melakukan tindakan mulai dari hal-hal kecil dan sederhana entah untuk keperluan pribadi atau untuk mencari keuntungan.
Posting terkait juga saya tulis melalui Cara Mewujudkan Ide agar menjadi nyata. Tidak harus bermodal besar, ataupun punya toko. Usaha pun bisa dimulai menjadi reseller memanfaatkan media brosur atau istilah kerennya dropship. 

Semakin dini memulai usaha, semakin banyak peluang sukses di kemudian hari. Karena pengalaman sangat menentukan dalam sebuah bisnis. Pendidikan yang diperoleh dari institusi formal bisa mendukung dan menjadi panduan untuk lebih kreatif dalam berbisnis. Bahkan ketika memberikan materi Kewirausahaan di sebuah SMK, saya pun menegaskan pada siswa bahwa yang menentukan sukses di bisnis bukanlah modal. Namun mental dan semangat untuk mau berbuat lebih dan berani menghadapi tantangan terlebih lagi kegagalan. Salam Sukses..!!


Readmore..

Bisakah Usaha Modal Kemauan ?

| | 9 komentar

Postingan ini adalah komentar dan status di Forum Alumni SMKN 1 Mataram

Sebelumnya saya minta maaf buat member forum yang terhormat dan AnakSasakDiRepublik Rusak, tanpa bermaksud meninggikan diri, Ini pertama kalinya saya mengomentari status yang “menggelitik” saya. Saya Angkatan 1995  SMEA 1 Mataram, Dapat Beasiswa Supersemar, Salah satu nilai STTB dan NEM terbaik jurusan Perkantoran II. Dan tahun 1996 diterima menjadi PNS, SK Februari 1997. (Kurun waktu hingga 2006, “Hanya menghitung hari”). Dan sekarang mengisi jam dan Kontributor Kewirausahaan  Mandiri  dan TIK di salah satu SMK Swasta, sebagai agen Prudential sejak 2012, Bisnis Traditional Herbal Medicine sejak 2005, Agen Gadgets Android & Aksesoris sejak awal 2010, Webmaster Web & Blogger sejak 2008.

"Kode Etik" forum ini bagus, namun perlu dipertimbangkan bahwa, "Titipan" iklan penjualan barang atau produk tidak selalu buruk. Silaturrahim membawa rezeki, jika tepat tempatnya. Forum ini disediakan gratis oleh Mark Z dan menjadikannya salah satu manusia terkaya di dunia, mengapa dibatasi ? JIka kita yang bayar saya rasa lebih ketat lagi. (he..he..he..). Sebuah peluang tergantung dari sisi mana melihatnya. Iklan bisa jadi lowongan buat seseorang, tergantung apakah dia “otak kiri” atau “otak kanan”.  Jika lowongan pekerjaan saja dibolehkan, sama saja mengatakan bahwa Lulusan SMK hanya" layak" jadi buruh, pekerja atau karyawan. Inilah yang saya rubah melalui diri saya dan saya tularkan kepada anak didik dan rekan bisnis. Bahwa, SMK bukan saja mencetak tenaga terampil siap pakai, tapi juga pandai menciptakan peluang.

Masalah Negara ini adalah pengangguran, karena jumlah “penawaran” lebih banyak dari jumlah “permintaan”. Formasi 2.500, yang daftar 25.000 orang dan setiap tahunnya bertambah. Terlalu banyak saya bertemu mulai dari lulusan SMK hingga S1 yang dibebani ijazah, tampang “keren” duit “kere”. Mengapa ? terlalu bersandar pada gelar yang mereka miliki.  Berharap sekolah dan bisa kerja, akhirnya hanya  jadi  pelayan toko seumur hidup tanpa punya keberanian memiliki usaha sendiri. Berapapun lamanya anda bekerja jadi karyawan, tidak akan ada peluang jadi pemilik..

Pernah saya tulis di www.intuisibisniscerdas.blogspot.com, www.lifenectars.blogspot.com, dll, bahwa system pendidikan kita terlalu menekankan pada IQ (otak kiri) bukannya EQ dan SQ (otak kanan). Ini salah satu penyebab banyaknya pengangguran dan kurangnya kemandirian. Impian berubah jadi mimpi dan cita-cita hanya angan semata. Bill Gates yang DO sarjana, pernah berkata, “Kesuksesan berasal dari 1% kecerdasan, 99% Kerja Keras”.  Saudara misan saya pernah saya tegur karena sibuk membawa Ijazah S2 kesana kemari untuk honor guru/dosen, padahal tempat dan ilmu ada untuk buat sekolah sendiri. Sahabat saya sering saya dengar meimliki ide usaha dan punya keinginan untuk mewujudkannya, dan jadi topik pembicaraannya saja selama 5 tahun hingga sekarang.

Kerja bukan saja di sebuah perusahaan, instansi atau lembaga. Dari rumah pun bisa dan lebih baik lagi kerja untuk diri sendiri alias punya usaha sendiri. Walaupun awalnya Cuma sebagai Reseller atau makelar dengan modal seadanya. “Dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan”. Partner saya yang lulusan SMEA memiliki puluhan hektar lahan, asset milyaran, rumah dan mobil lebih dari 1 unit karena menolak jadi  karyawan bank. Kakak saya setelah 25 tahun jadi guru, akhirnya mencoba usaha konveksi modal Nol mulai dari pintu ke pintu, dan 5 tahun kemudian Umrah 4 kali dalam setahun, dan bisa pergi Haji, punya belasan karyawan, rumah seluas 600m² dan dipercaya Bank pinjaman 1,5 milyar.

So, Don’t be Lazy. Go action and action..!! Jangan menjadi NATO (No Action Talk Only). Modal usaha Cuma kemauan, modal dan kepercayaan akan menyusul dengan sendirinya. Bahkan “Anak yang tidak naik kelas punya kelebihan dari yang naik kelas, karena jarang sekali orang bisa merasakan rasanya tidak naik kelas”. Hidup hanya sekali, jangan disia-siakan untuk makan dan tidur menunggu mati. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat sesama. Ceritakan apa yang bisa membantu orang lain, tak perduli mereka kerjakan atau tidak. Jika anda tidak bisa sendiri, cari bantuan orang lain. Salam Sukses..!!

Readmore..

Inilah Penyebab Utama Pemula Agen Grosir Gagal Di Awal Usaha

| | 7 komentar

Bukan hal yang mudah menjual atau menawarkan suatu jenis produk pada pembeli, khususnya para pedagang grosir yang menjual barangnya pada toko atau counter. Sudah lumrah mereka gagal di awal penawaran dan akhirnya banyak yang patah arang dan mundur di saat mereka baru saja memulai usahanya.

Yang paling banyak adalah, mereka yang menjadi pedagang grosir alias pengampas yang menggunakan sistem bagi hasil dengan hanya membawa barang milik orang lain dan mendapatkan keuntungan atau penghasilan berdasarkan jumlah barang yang dijual.

Dan ini selalu terjadi, namun saya biarkan saja. Mengapa ? Ketika saya mencoba merekrut beberapa orang untuk menjadi pengampas atau agen grosir aksesori smartphone, hal ini terjadi hampir di semua pengampas baru yang mencoba peruntungannya mendapatkan rezeki melalui penjualan grosir.


Apa penyebanya ? Sederhana saja. Mereka memiliki semangat, namun kurang dalam beberapa hal sebagai berikut :
1. Knowledge Produk / Pengetahuan 
Seringkali mereka tidak menguasai secara menyeluruh tentang produk yang mereka tawarkan, artinya mereka hanya mengetahui harga dan manfaat produk secara umum tanpa mampu menguraikan secara lengkap asal usul suatu produk, kelebihan produk tersebut, teknologi produk, perbandingan harga dengan produk yang sejenis khususnya produk yang bersifat multifungsi.
2.  Prioritas Keuntungan Buat Penjual
Prioritas utama Pedagang adalah mendapatkan keuntungan sesuai dengan prinsip ekonomi, namun disinilah para pemula terjebak dengan keinginan tersebut. Sepantasnya penjelasan produk arahnya menguntungkan para pembeli khususnya yang menjadi reseller atau yang akan menjual kembali. Optimisme yang diberikan haruslah seimbang dengan harga yang mungkin menjadi pertimbangan pembeli. Jika di awal yang kita bicarakan adalah keuntungan buat mereka, mind set pembeli jelas lebih open mind.
3. Mengutamakan Jaringan Pelanggan
Tidak salah jika targetnya adalah keuntungan dalam penjualan, namun seorang pedagang grosir yang menetap atau keliling alias pengampas target uatamanya adalah mencari pelanggan sebanyak-banyaknya. Mengapa ? Karena pedagang grosir bukanlah pengecer atau toko ataupun counter yang melayani konsumen langsung, tetapi pedagang yang menjual produk secara partai atau grosiran. Pedagang grosir harus ngotot dalam menjual, sebisa mungkin mereka mampu membujuk pembeli untuk menjadi pelanggannya walaupun hanya mulai dengan 1 jenis barang saja. Jika bisa, berikutnya jauh lebih mudah.

4. Membuat Target Jumlah Pelanggan Bukan Keuntungan
Di awal membangun usaha grosir keliling, maka keuntungan menjadi no 2. Alasannya ? Kepercayaan pelanggan perlu dibangun dan menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap adalah target utama. Oleh karena itu jika diperlukan maka keuntungan yang sudah ditetapkan harus fleksibel demi mendapatkan pelanggan baru. Apalagi persaingan jelas ada dengan produk yang sejenis.
5. Memberikan Manfaat Lebih
Setiap orang selalu mencari cara untuk mendapatkan lebih baik dalam bentuk discount, hadiah bahkan kemudahan dalam transakasi. Peluang ini bisa digunakan untuk meraih pelanggan baru antara lain dengan cara 
1. memberikan hadiah kepada pembeli dengan sistem poin, 
2. discount harga jika membeli beberapa produk sekaligus, 
3. mempermudah pemesanan produk via sms atau telpon
4. membuat katalog semua produk yang dijual
5. membuat brosur dan kartu nama

6. Memberi Kesan Baru dan Inovatif
Hampir semua orang suka hal-hal yang unik dan baru. Karena itu promosi itu sangat penting dalam membangun merk dagang yang akan memberikan kesan positif bagi calon pelanggan. Seorang pedagang grosir harus mampu mengangkat dan mengedifikasikan atau mempromosikan nama usaha atau distributornya sehingga timbul keyakinan dan kepercayaan pembeli bahwa produk yang dimiliki murah dan berkualitas dan tentunya berlanjut terus karena terkait dengan return dan garansi produk.
Ini hanya sebagian cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penolakan calon pembeli atau pelanggan di awal usaha menawarkan produk oleh pedagang grosir pemula. Jika ikhtiar telah dilakukan, maka sisanya adalah rezeki yang bergantung pada pemberian Allah SWT. Salam Sukses..!!




Readmore..

Pembatasan Larangan Import Gadget, Bagaimana Pengaruhnya ?

| | 5 komentar

Pembatasan Larangan Import Gadgets
Peraturan Menteri Perdagangan RI No : 82/M-DAG/PER/12/2012 Tentang Ketentuan Import Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet menurut info dari petugas Pabean Bea Cukai yang menahan paket kiriman produk dari China sangat mengagetkan.

Karena info ini benar-benar baru kami dengar dan kalau bukan karena kejadian ini, tentulah tulisan ini tidak saya muat. Jika peraturan ini lebih awal diketahui, tentunya pesanan paket smartphone dari sebuah online store di china tidak akan kami lakukan.

Mengapa ? dari lembaran peraturan Menteri Perdagangan yang berisi syarat untuk pembelian produk khususnya gadgets dan laptop dari luar negeri sangat banyak. Jelas seperti dilansir berbagai media ini memberatkan khususnya pengusaha kecil dan menengah.

Apalagi bagi mereka yang hanya niatnya untuk pemakaian pribadi. Dengan peraturan ini, otomatis saat ini tertutup sudah jalan untuk membeli gadgets dan sejenisnya via online dari luar negeri yang nota bene harganya lebih murah dari dalam negeri. Apalagi online store yang dibayar melalui Paypal kebanyakan memberikan keunggulan seperti Free Shipping ke seluruh dunia.

Yang menyakitkan adalah informasi ini tidak meluas sosialisasinya. Saya sendiri jika bukan karena masalah ini, belum tentu saya tahu. Karena ketika saya blogwalking, belum pernah ada yang membahas tentang hal ini kecuali website portal berita. Yang lebih kaget lagi adalah pihak penjual, jelas ini masalah buat mereka. Karena mungkin saja akan kehilangan omzet pesanan dari Indonesia,

Apa saja pengaruhnya ? Secara positif ini akan meningkatkan investasi di Indonesia untuk memproduksi produk yang diperlakukan pembatasan. Juga akan melindungi konsumen terhadap produk yang benar-benar bagus dan aman buat dipakai dan penyediaan suku cadangnya. 

Karena syaratnya adalah ketersediaan gerai dan service center yang lengkap di seluruh Indonesia bagi mereka yang ingin import produk gadgets dan laptop. Namun bagaimana dengan para konsumen langsung yang bukan importir ?

Negatifnya adalah kehilangan akses mendapat produk baru yang murah dan berkualitas. Serta menghmbat pengusaha kecil di bidang penjualan gadget karena syaratnya yang bejubel. Padahal mereka tidak kalah dengan importir besar dalam menghadirkan produk dengan kualitas bagus dan murah.

Padahal baru kemarin saya rencanakan pembelian smartphone canggih dan keren dengan harga sangat murah dari situs penjualan online langganan saya.Dan juga dollar yang dikumpulkan dari online bisnis yang rencananya buat belanja gadgets. Bye bye online store luar negeri .. Salam Sukses..!

Readmore..
 

Pengikut

© Copyright 2011 All rights reserved | www.intuisibisnis.com is proudly powered by INTUISI BISNIS KREATIVITAS VISION | Template by o-om.com - PRAYA URIP Store